dulu...
semua itu dulu...
hmm,
dulu, bila makan, kita semua, sharing is caring,
dulu bila study, kita semua, sumbang idea sambil sumbangkan lagu,
dulu, bila outing, lepak, semua kita sekali,
aku tak da duit, tak pa kau bayarkan,
kau pokai? aku tolong bayarkan,
tak kisah nak bayar balik...
masalah kau, masalah aku jugak
masalah aku, jadi masalah kau jugak,
saling backup- mengbackup,
kita ramai, tapi tak pernah bergaduh...
bukannya sekejap kita berkawan,
pernah aku tengok kau menangis,
kau pernah tengok meraung,
pernah putus cinta,
pernah sambung cinta,
antara kita semua,
aku boleh list semua senarai aweks kau,
akulah penasihat peribadi tak bergaji kau,
nak beli baju?
kau suruh aku pilihkan,
nak beli beg?
aku jugak yang pilihkan,
tapi sekarang, tak sama macam dulu,
hanya dalam masa satu hari,
persahabatan kita putus,
sunyi, suram,
sekarang bila makan, dah tak sekali,
bila study, dah tak da orang yang nak menyumbangkan lagu,
bila lepak, outing, dah tak sesama semua,
hilang saat manis,
hilang sharing is caring,
hilang segalanya,
persahabatan yang lama tak menjaminkan perpisahan yang singkat.
itulah persahabatan, nikmatilah ia selagi ia hadir.
Sunday, 26 February 2012
Sunday, 5 February 2012
duhai hati .....
kenapa?!!
kenapa aku harus rasa begini,
mahu lihat kamu,
mahu kamu ada di sini,
mahu dengar suara kamu,
di kala ku sendirian,
ku sering terpikirkan kamu,
apa kamu sudah makan?
apa kamu sihat?
gembirakah kamu?
namun,
ku hanya bisa teringatkan mu,
ku hanya bisa lihat kamu dari jauh,
ingin ku hulur tanganku saat kau jatuh,
ku ingin berada di sisimu saat kau susah,
tapi hampa,
saat aku datang dekat padamu,
kau jauh tinggalkan ku,
saat aku pandang padamu,
kau larikan pandanganmu,
tapi ada ketika aku bisa gapaimu,
hanya gapai bayangmu,
biarlah aku gapai banyangmu sahaja,
hati ini masih belum bisa lupakanmu,
ku bisa sayangkanmu dalam masa sesaat,
namun dalam seribu tahun pun ku tak bisa lupakanmu,
sangat payah bagiku,
ku benar-benar sayangkanmu,
kau benar-benar mengambil parking tetap dalam hatiku ini,
kini hanya tinggal kenangan yang bersamaku,
ku akui hati ini relakanmu tingalkanku,
ku rela lihat kau bahagia,
cinta bukan untuk memiliki, demi cinta aku mahu insan yang dicintai bahagia dengan pilihan sendiri.
biarlah aku bersama orang mencintaiku, yang sudi padaku, mungkin dia lebih baik darimu...
NURA
kenapa aku harus rasa begini,
mahu lihat kamu,
mahu kamu ada di sini,
mahu dengar suara kamu,
di kala ku sendirian,
ku sering terpikirkan kamu,
apa kamu sudah makan?
apa kamu sihat?
gembirakah kamu?
namun,
ku hanya bisa teringatkan mu,
ku hanya bisa lihat kamu dari jauh,
ingin ku hulur tanganku saat kau jatuh,
ku ingin berada di sisimu saat kau susah,
tapi hampa,
saat aku datang dekat padamu,
kau jauh tinggalkan ku,
saat aku pandang padamu,
kau larikan pandanganmu,
tapi ada ketika aku bisa gapaimu,
hanya gapai bayangmu,
biarlah aku gapai banyangmu sahaja,
hati ini masih belum bisa lupakanmu,
ku bisa sayangkanmu dalam masa sesaat,
namun dalam seribu tahun pun ku tak bisa lupakanmu,
sangat payah bagiku,
ku benar-benar sayangkanmu,
kau benar-benar mengambil parking tetap dalam hatiku ini,
kini hanya tinggal kenangan yang bersamaku,
ku akui hati ini relakanmu tingalkanku,
ku rela lihat kau bahagia,
cinta bukan untuk memiliki, demi cinta aku mahu insan yang dicintai bahagia dengan pilihan sendiri.
biarlah aku bersama orang mencintaiku, yang sudi padaku, mungkin dia lebih baik darimu...
NURA
Subscribe to:
Posts (Atom)